Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Analisis Bahasa Tataran Morfologi (Majalah Aneka Yess!)

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN MORFOLOGI
PADA MAJALAH “ANEKA YESS! EDISI 10/2010

Kaidah atau aturan pembentukan kata  dalam bahasa Indonesia sudah banyak dibicarakan dalam buku-buku tata bahasa. Dalam pengajaran bahasa di sekolah pin tata cara pembentukan kata dalam bahasa Indonesia sudah dipelajari. Dalam kenyataan berbahasa di kehidupan sehari-hari, masih banyak dan sering kita jumpai bentukan kata yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulisan. Kesalahan berbahasa dalam pembentukan kata atau tataran morfologi, kesalahan tersebut disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini, klasifikasi kesalahan berbahasa dalam tataran morfologi yang saya analisis di majalah Aneka Yess!:

1.             Penyingkatan Morf

·                Bentuk Tidak Baku

Kata nyiapin mengalami penyingkatan morf meny- yang berasal dari kata dasar siap. Kata nyiapin bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata nyiapin merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata nyiapin seharusnya adalah menyiapkan. Dalam KBBI kata nyiapin tidak memiliki makna, sedangkan kata menyiapkan dalam KBBI (2008: 1298) memiliki makna: me.nyi.ap.kan n 1 menyediakan; 2 mengatur (membereskan) segala sesuatu (untuk); 3 menyelesaikan; mengerjakan hingga selesai; 4 mengadakan sesuatu untuk untuk; membentuk (mengerus dsb) untuk; 5 mengusahakan supaya bersiap; memberi perintah supaya bersiap sedia;
Kata menyiapkan berasal dari kata dasar siap yang dalam KBBI (2008: 1298) berarti: si.ap v 1 sudah disediakan (tinggal memakai atau menggunakan saja); 2 sudah selesai (dibuat atau dikerjakan); 3 sudah bersedia (untuk); 4 (dl aba-aba berarti) berdiri tegak dan mengambil sikap pada waktu berbaris; 5 jaga baik-baik; 6 Olr aba-aba atau seruan kepada para pelari dan sebagainya bahwa pemberangkatan aka segera dimulai (dalam perlombaan lari atau jalan kaki);
Ø   Bentuk Baku
Delia lagi sibuk-sibunya menyiapkan album ke-3 bersama teman-temannya Ecuotez.


·                Bentuk Tidak Baku

Kata ngaku merupakan kesalahan dalam berbahasa karena tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata ngaku mengalami penyingkatan morf meng-. Jika mengikuti kaidah kata ngaku seharusnya ditulis atau dilafalkan mengaku. Dalam KBBI (2008: 32) kata mengaku diambil dari kata dasar aku yang berarti: aku pron kata ganti orang pertama yang berbicara atau menulis (dalam ragam akrab); diri sendiri; saya;
Jika kata aku diberi morf meng- maka akan menjadi mengaku yang dalam KBBI (2008: 32) memiliki makna: meng·a·ku v 1 menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dsb): pemuda itu ~ (dirinya) bodoh; 2 membenarkan (tuduhan dsb thd dirinya): pencuri itu sudah ~; 3 menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dsb): ia ~ salah; 4 menanggung (akan): siapa yg ~ biayanya; 5 menyanggupi: ia pun ~ bunyi perjanjian itu; 6 menganggap (sbg): ~ anak; ~ bapak; 7 cak selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri: di mana-mana ia selalu ~ saja;
Ø   Bentuk Baku
Tapi Vanno mengaku enjoy menjalaninya.


·                Bentuk Tidak Baku


Kata nari merupakan kesalahan dalam berbahasa karena tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata nari mengalami penyingkatan morf men-. Jika mengikuti kaidah kata nari seharusnya ditulis atau dilafalkan menari. Dalam KBBI (2008: 1405) kata menari diambil dari kata dasar tari yang berarti: ta·ri n gerakan badan (tangan dsb) yg berirama, biasanya diiringi bunyi-bunyian (musik, gamelan, dsb);
Sedangkan kata menari dalam KBBI (2008: 1405) memiliki makna: me·na·ri v memainkan tari (menggerak-gerakkan badan dsb dng berirama dan sering diiringi dng bunyi-bunyian): kami ~ di lapangan bila ada pesta rakyat;
Ø   Bentuk Baku
Tiba-tiba brakkkk.... aku jatuh, dan hampir tidak bisa menari.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata nyari mengalami penyingkatan morf meny- yang berasal dari kata dasar cari. Kata nyari bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata nyari merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata nyari seharusnya adalah mencari. Dalam KBBI kata nyari tidak memiliki makna, sedangkan kata mencari dalam KBBI (2008: 245) memiliki makna: men.ca.ri v 1 berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh); 2 berusaha mendapatkan nafkah (rezeki); 3 Mk memilih;
Kata mencari  berasal dari kata dasar cari yang dalam KBBI (2008: 245) berarti: ca.ri v temukan sesuatu;
Ø   Bentuk Baku
Jadi mencari kegiatan yang tidak terlalu menyita waktu..

·                Bentuk Tidak Baku
Kata ngerti merupakan kesalahan dalam berbahasa karena tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata ngerti mengalami penyingkatan morf meng-. Jika mengikuti kaidah, kata ngerti seharusnya ditulis atau dilafalkan mengerti.
Dalam KBBI (2008: 381) kata mengerti berarti: meng.er.ti v (telah dapat) menangkap (memahami, tahu) apa yang dimaksudkan oleh sesuatu; paham: upanya ia tidak ~ maksud perkataan itu; berkali-kali diajar, belum ~ juga; sedangkan kata ngerti tidak terdapat dalam KBBI.
Ø   Bentuk Baku
Apalagi saat itu aku masih merasa culun, karena aku belum mengerti apa-apa saat itu.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata nunduk mengalami penyingkatan morf men- yang berasal dari kata dasar tunduk. Kata nunduk bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata nunduk merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata nunduk seharusnya adalah menunduk. Dalam KBBI kata nunduk tidak memiliki makna, sedangkan kata menunduk dalam KBBI (2008: 1503) memiliki makna: me.nun.duk v condong ke depan dan ke bawah (kepala atau muka); menunduk (tentang malai padi dan sebagainya): pada zaman dahulu orang wajib ~ waktu berbicara dengan orang tua;
Kata menunduk  berasal dari kata dasar tunduk yang dalam KBBI (2008: 1503) berarti: tun.duk v 1 menghadapkan wajah ke bawah, codong ke depan atau ke bawah (tt malai padi); 2 ki takluk; menyerah kalah: bendera putih sebagai tanda --; 3 ki patuh; menurut (tt perintah, aturan, dsb): semua anggota harus -- kepada peraturan yang telah dibuat bersama; -- tengadah, ki berpikir dalam-dalam;
Ø   Bentuk Baku
Gayanya aku harus menunduk, muter kanan-kiri.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata nambah mengalami penyingkatan morf men- yang berasal dari kata dasar tambah. Kata nambah bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata nambah merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata nambah seharusnya adalah menambah. Dalam KBBI kata nambah tidak memiliki makna, sedangkan kata menambah dalam KBBI (2008: 1386) memiliki makna: me.nam.bah v 1 menjadikan (membubuhkan dan sebagainya) supaya lebih banyak (besar, hebat, dsb): pemerintah akan menambah ~ anggaran belanjar pendidian dan pertahanan; 2 memberi tambah: jangan ~ persoalan;
Kata menambah  berasal dari kata dasar tambah yang dalam KBBI (2008: 1386) berarti: tam.bah 1 n yang dibubuhkan pada yang sudah ada supaya menjadi lebih banyak (lebih besar dan sebagainya); imbuh; tokok: sudah diberi banyak masih meminta ~; 2 adv cak menjadi lebuh banyak (besar dan sebagainya); 3 v cak ditambah: dua ~ satu sama dengan tiga;
Ø   Bentuk Baku
Tapi asyik sih, menambah teman dan menambah pengetahuan.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata ngaruh mengalami penyingkatan morf meng- yang berasal dari kata dasar pengaruh. Kata ngaruh bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata ngaruh merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata ngaruh seharusnya adalah memengaruhi. Dalam KBBI kata ngaruh tidak memiliki makna, sedangkan kata memengaruhi dalam KBBI (2008: 1045) memiliki makna: me.me.nga.ruhi v 1 berpengaruh pada: keadaan batin seseorang akan ~ daya kerjanya; 2 mengenakan pengaruh pada: calo itu berusaha ~ wanita itu agar ia mau menjual mutiaranya;
Kata memengaruhi berasal dari kata dasar pengaruh yang dalam KBBI (2008: 1045) berarti: pe.nga.ruh v 1 daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang: besar sekali – orang tua terhadap watak anaknya;
Ø   Bentuk Baku
Nah, pemilihan sabun kecantikan yang tepat akan berpengaruh pada kecantikan kulit.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata nyimpen mengalami penyingkatan morf meny- yang berasal dari kata dasar simpan. Kata nyimpen bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata nyimpen merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata nyimpen seharusnya adalah menyimpan. Dalam KBBI kata nyimpen tidak memiliki makna, sedangkan kata menyimpan dalam KBBI (2008: 1308) memiliki makna: me.nyim.pan v 1 menaruh di tempat yang aman supaya jangan rusak, hilang, dan sebagainya: ~surat di lemari; 2 menabung (uang): kami ~ uang di bank; 3 memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan: ~ rahasia baik-baik; ~ perasaan dalam hati; 4 mempunyai (ilmu, kesaktian, dan sebagainya): rupanya ia juga ~ kesaktian; 5 mengandung; ada sesuatu di dalmnya: gelang akar bahar itu ~ berbagai-bagai khasiat;
Kata menyimpan berasal dari kata dasar simpan yang dalam KBBI (2008: 1308) berarti: sim.pan v menyimpan;
Ø   Bentuk Baku
Memory card-nya hingga 16GB, bisa menyimpan banyak lagu favorit kamu.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata ngedapatin mengalami penyingkatan morf meng- yang berasal dari kata dasar dapat. Kata ngedapatin bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata ngedapatin merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata negdapatin seharusnya adalah mendapatkan. Dalam KBBI kata ngedapatin tidak memiliki makna, sedangkan kata mendapatkan dalam KBBI (2008: 293) memiliki makna: men.da.pat.kan v 1 pergi menemui (menjumpai): ia segera berlari ~ suaminya; 2 (dalam alamat surat berarti) menjelang kepada: ~ Ayahanda yang tercinta; 3 mendapat; memperoleh: Indonesia telah ~ pasaran minyak di Asia;
Kata mendapatkan berasal dari kata dasar dapat yang dalam KBBI (2008: 293) berarti: da.pat 1 adv mampu; sanggup; bisa: serangan musuh tidak ~ ditahan; isi hatinya tidak – kita ketahui; 2 v cak menerima; memperoleh: pemuda yang membacok temannya itu – hukuman penjara tiga bulan; 3 v ditemukan; tertangkap dan sebagainya: ke mana pun dicarinya, anting itu tidak – jugaj; cari mereka sampai --; 4 v berhasil; tercapai (maksudnya dan sebagainya): mudah-mudahan – juga apa yang engkau cita-citakan; -- durian runtuh, pb mendapat untung dengan tidak bersusah payah;
Ø   Bentuk Baku
Ingin mendapatkan aksesoris keren dari Nokia?


2.             Penggunaan Afiks yang Tidak Tepat
·                Bentuk Tidak Baku
Kata kebentur merupakan bentukan kata yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang telah ditetapkan. Kata kebentur tersebut dipengaruhi oleh bahasa daerah (terutama bahasa Jawa dan Sunda). Hal ini terjadi kerena kekurangcermatan dalam memilih prefiks yang tepat.
Kata kebentur seharusnya ditulis atau dilafalkan terbentur. Kata dasarnya adalah bentur dan mendapat awalan ter- menjadi terbentur. Dalam KBBI (2008: 174) bentur bermakna: ben.tur v tubruk; langgar; sedangkan kata terbentur bermakna:  ter.ben.tur v 1 terlanggar; tertumbuk: ia pingsan karena kepalanya ~ tembok; 2 terjumpa sesuatu yang menghalangi atau menghambat: semua rencana usahanya gagal karena ~ biaya produksi yang tinggi;
Ø   Bentuk Baku
Aku berenang dan tidak sengaja bibir aku malah terbentur pinggiran kolam sampai berdarah.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata kebayang merupakan bentukan kata yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang telah ditetapkan. Kata kebayang tersebut dipengaruhi oleh bahasa daerah (terutama bahasa Jawa dan Sunda). Hal ini terjadi kerena kekurangcermatan dalam memilih prefiks yang tepat.
Kata kebayang seharusnya ditulis atau dilafalkan terbayang. Kata dasarnya adalah bayang dan mendapat awalan ter- menjadi terbayang. Dalam KBBI (2008: 152) bayang bermakna: ba.yang, ba.yang-ba.yang n 1 ruang yang tidak kena sinar karena terlindung benda: muka adikku tidak nyata kehilatan karena ia berdiri pada ~ pintu; 2 wujud hitam yang tampak di balik  benda yang kena sinar; 3 gambar pada cermin, air, dan sebagainya: ia tersenyum kepada ~nya pada cermin, sambil mengataur rambutnya; 4 rupa (wujud) yang kurang jelas dalam gelap: dalam gelap itu ~ hitam melintas di hadapan mereka; 5 ki gambar dl pikiran; angan-angan; khayal: sudah ada - dl ingatanku; 6 tanda-tanda akan terjadi sesuatu: rakyat kelihatan tenang-tenang saja, tidak ada - akan pecah perang; 7 sesuatu yg seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada: kamu tidak usah takut krn yg kamu lihat itu hanyalah - belaka, bukan benda yg sebenarnya; 8 sesuatu yg sudah siap bekerja bilamana diperlukan: pemerintah -; anggota -;- disangka tubuh, pb mengharapkan sesuatu yg belum pasti; - sepanjang badan, pb tepat benar menurut keadaannya (harapannya, kemampuannya, dsb); - tidak sepanjang badan, pb berbuat sesuatu yg melebihi dr (tidak sesuai dng) kemampuannya; takut akan -nya, pb takut atau khawatir krn ingat akan perbuatan sendiri yg buruk;
Sedangkan kata terbayang dalam KBBI (2008: 152) bermakna: ter·ba·yang v 1 seakan-akan tampak: wajah kekasihnya - dl pandangannya; 2 tampak bayang-bayangnya: keelokan tubuh tuan putri itu - dr balik pakaiannya; 3 sudah ada tanda-tandanya (akan berhasil dsb): sudah - bahwa lamarannya akan diterima; 4 dapat dilihat; tampak: pd mukanya - kesedihan yg merisaukan batinnya;
Ø   Bentuk Baku
Terbayang dong serunya, acara the 2010 Toyota Pro Celebrity Race Press Day.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata ketangkap merupakan bentukan kata yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia yang telah ditetapkan. Kata tersebut dipengaruhi oleh bahasa daerah (terutama bahasa Jawa dan Sunda). Hal ini terjadi kerena kekurangcermatan dalam memilih prefiks yang tepat dan menjadi kebiasaan dalam keseharian.
Kata ketangkap seharusnya ditulis atau dilafalkan tertangkap. Kata dasarnya adalah tangkap dan mendapat awalan ter- menjadi tertangkap. Dalam KBBI (2008: 1399) tertangkap bermakna: ter.tang.kap v (sudah) ditangkap (terpegang dansebagainya); ~ basah tepergoki dan tertangkap (tentang orang yang sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): pencopet itu ~ basah ketika sedang merogoh tas seorang ibu; sedangkan kata dasarnya tangkap bermakna: tang.kap v menangkap;
Ø   Bentuk Baku
Selain sibuk mempromosikan singel terbaru Tangga, Tertangkap Basah.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata becanda-becandanya merupakan bentukan kata yang tidak baku dan tidak sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia. Kata tersebut salah karena tidak tepat dalam memilih dan menggunakan prefiks. Bentuk kata yang bakunya adalah menggunakan prefiks ter- sehingga menjadi bercanda-candanya. Kata bercanda-canda merupakan reduplikasi dari kata canda.
Dalam KBBI (2008: 174) canda bermakna: can.da n 1 tingkah; 2 kelakar; senda gurau; seloroh; sedangkan ber.can.da v 1 bertingkah; 2 berkelakar; bersenda gurau; berseloroh.
Ø   Bentuk Baku
Pokoknya selama dikarantina tuh semua hal berkesan, dari mulai bercanda-bercandanya, sampai malam final juga berkesan banget.



3.             Penghilangan Afiks
·                Bentuk Tidak Baku
Dalam bahasa Indonesia banyak menghilangkan pemakaian afiks, seharusnya ini tidak perlu terjadi. Kata lihat mengalami penghilangan awalan me-. Kata lihat merupakan kata dasar yang menduduki fungsi predikat. Dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku, jika kata tersebut predikat maka kita harus dieksplisitkan (terangkan) bahwa kata tersebut harus dibubuhi prefiks me-, sehingga menjadi melihat.
Dalam KBBI (2008: 826) li·hat v, me·li·hat v 1 menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan): kepala desa ~ rakyat membersihkan selokan; 2 menonton: nanti malam kami akan ~ pertandingan tinju; 3 mengetahui; membuktikan: saya ingin ~ sampai di mana kemampuannya; 4 menilik: ~ gelagatnya, kedatangan mereka mempunyai maksud yg kurang baik; 5 meramalkan: seorang ahli nujum atau astrolog dapat ~ nasib seseorang; 6 menengok (orang sakit); menjenguk: kami merencanakan untuk ~ kakek di rumah sakit;
Ø   Bentuk Baku
Alessandra tertawa sendiri melihat tingkah para paprz yang tampak kebingungan.


·                Bentuk Tidak Baku
Dalam bahasa Indonesia banyak menghilangkan pemakaian afiks, seharusnya ini tidak perlu terjadi. Kata pakai mengalami penghilangan awalan meN-. Kata pakai merupakan kata dasar yang menduduki fungsi predikat. Dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku, jika kata tersebut predikat maka kita harus dieksplisitkan (terangkan) bahwa kata tersebut harus dibubuhi prefiks me-, sehingga menjadi memakai.
Dalam KBBI (2008: 1000) pa·kai v cak 1 mengenakan; ber-...: pelajar SLTP -- seragam putih biru; 2 dibubuhi dng ...; diberi ber-...; dengan: satu gelas es teh -- gula;
Sedangkan me·ma·kai v 1 mengenakan: ~ baju kebaya; ~ pending emas; ~ jas hujan; 2 menggunakan; mempergunakan (dl arti yg luas): ~ huruf Braille; 3 mematuhi; mengindahkan: ~ aturan permainan; 4 memerlukan; menghabiskan: pembangunan gedung itu ~ biaya yg besar; 5 naik; menumpang: ~ pesawat terbang; 6 mempekerjakan: ia ~ dua orang pembantu; 7 mengikuti: penduduk daerah itu masih ~ adat lama;
Ø   Bentuk Baku
Rihanna dan Melissa ternyata kompakan untuk memakai tato yang ditulisnya sama.


·                Bentuk Tidak Baku
Dalam bahasa Indonesia banyak menghilangkan pemakaian afiks, seharusnya ini tidak perlu terjadi. Kata beli mengalami penghilangan awalan meN-. Kata beli merupakan kata dasar yang menduduki fungsi predikat. Dalam kaidah bahasa Indonesia yang baku, jika kata tersebut predikat maka kita harus dieksplisitkan (terangkan) bahwa kata tersebut harus dibubuhi prefiks meN-, sehingga menjadi membeli.
Dalam KBBI (2008: 163) be·li v, mem·be·li v 1 memperoleh sesuatu melalui penukaran (pembayaran) dng uang: Ibu pergi ke pasar untuk - beras dan sayur; 2 memperoleh sesuatu dng pengorbanan (usaha dsb) yg berat;alah (kalah) -, menang memakai, pb biarpun harganya mahal, tetapi dapat dipakai lama krn mutunya baik;
Ø   Bentuk Baku
Chad terlihat lagi sibuk membeli buket bunga untuk tunangannya, Kenzie Dalton.


4.      Pergantian Morf
·                Bentuk Tidak Baku
Kata ngerasa mengalami pergantian morf yaitu morf me- menjadi nge-. Kata negrasa bukan kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditetapkan, tapi kata ngerasa merupakan kata atau bahasa yang biasa digunakan dalam keseharian masyarakat. Dalam analisis ini saya menggolongkan sebagai penyimpangan.
Jika mengikuti kaidah bahasa yang telah ditetapkan maka kata ngerasa seharusnya adalah merasa. Dalam KBBI kata ngerasa tidak memiliki makna, sedangkan kata merasa dalam KBBI (2008: 1145) memiliki makna: me.ra.sa v 1 mengalami rangsangan yang mengenai (menyentuh) indra (seperti yang dialami lidah, kulit, atau badan): setelah ~ pahit, obat itu diludahkannya; 2 mengalami rasa dalam hati (batin): ~ terhina;
Kata merasa  berasal dari kata dasar rasa yang dalam KBBI (2008: 1145) berarti: ra.sa n 1 tanggapan indra terhadap rangsangan saraf seperti manis, pahit, masam terhadap  indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa); 2 apa yang dialami oleh badan: --pahit dan nyeri di perut merupakan gejala sakit lambung; 3 sifat rasa suatu benda: gula –nya manis; 4 tanggapan hati terhadap  sesuatu (indra): --sedih (bimbang, takut); 5 pendapat (pertimbangan) mengenai baik atau buruk, salah atau benar: --adil;
Ø   Bentuk Baku
Di usia itu saya merasa sebagai cowok sudah makin dewasa.















DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Surakarta: Yuma Pustaka.



Analisis Bahasa Tataran Sintaksis (Koran Haluan Riau)

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS
PADA KORAN “HALUAN RIAU” (MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014)

Sebuah kalimat hendaklah mendukung suatu gagasan atau ide. Susunan kalimat yang teratur menunjukkan cara berpikir tertentu. Agar gagasan atau ide mudah dipahami pembaca; fungsi sintaksis yaitu subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan harus tampak jelas.kelima fungsi sintaksis itu tidak selalu hadir secara bersama-sama dalam sebuah kalimat. Unsur-unsur kalimat harus dieksplisitkan dan dirakit secara logis atau masuk akal.
Kesalahan dalam tataran sintaksis berhubungan erat dengan kesalahan pada bidang morfologi, karena kalimat berunsurkan kata-kata. Keslahan dalam tataran sintaksis antara lain berupa: kesalahan dalam bidang frasa dan kesalahan dalam bidang kalimat

A.           Adanya Pengaruh Bahasa Daerah
·                Bentuk Tidak Baku

Kata saban merupakan kata yang dipengaruhi oleh bahasa daerah pengguna bahasa. Kata saban di atas memiliki makna tiap (-tiap) (KBBI, 2008: 1196). Sebaiknya kata saban diganti dengan kata  tiap untuk kalimat di atas.
Ø   Bentuk Baku
Kedalamannya hanya 6 meter, tapi airnya tiap hari menyembur kelua.



·                Bentuk Tidak Baku
Kalimat di atas adalah kalimat yang dipengaruhi oleh bahasa daerah. Kata perangai tersebut sebaiknya diganti dengan kata perilaku, walaupun kata perangai dan perilaku maknanya tidak jauh berbeda. Kata perangai lebih menekankan pada sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan perbuatan; watak manusia; tingkah laku; (KBBI, 2008: 1056) sedangkan perilaku menekankan pada tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan atau lingkungan (KBBI, 2008: 1056)
Ø   Bentuk Baku
Sebenarnya yang terpenting lagi perilaku pengendara yang perlu penyadaran untuk mematuhi aturan mengontrol kecepatan di tengah kota.

B.            Susunan Kata Yang Tidak Tepat
·                Bentuk Tidak Baku
Susunan kata yang Dafam Hotel tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal tersebut berawal dari terjemahan harfiah dari bahasa asing itu ke dalam bahasa Indonesia. Kaidah bahasa yang berbeda tersebut menyebabkan terjadinya kesalahan.
Bahasa asing menggunakan kaidah M-D (Menerangkan-Diterangkan), sedangkan kaidah bahasa Indonesia menggunakan kaidah D-M (Diterangkan-Menerangkan). Jadi Dafam Hotel seharusnya ditulis Hotel Dafam.
Ø   Bentuk Baku
Alhamdulillah saat ini ayah dari tiga orang anak ini menjadi General Manager di Hotel Dafam Pekanbaru.

C.           Penggunaan Istilah Asing
·                Bentuk Tidak Baku

Kata yang digarisbawahi tersebut belum tentu dapat dipahami oleh orang-orang yang berpendidikan rendah, kerena kalimat tersebut menggunakan istilah asing. Kata tersebut sebaiknya diganti dengan istilah dalam bahasa Indonesia, maka orang yang berpendidikan rendah pun bisa mengerti maksud dari kalimat tersebut. jadi klausa good governance diganti dengan klausa tata pemerintahan yang baik dan clean goverment diganti dengan pemerintahan yang bersih.
Ø   Bentuk Baku
Ini berkat kerja keras aparatur pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata pilot project tersebut belum tentu dapat dipahami oleh orang-orang yang berpendidikan rendah, kerena kalimat tersebut menggunakan istilah asing. Kata tersebut sebaiknya diganti dengan istilah dalam bahasa Indonesia, maka orang yang berpendidikan rendah pun bisa mengerti maksud dari kalimat tersebut. Jadi kata pilot project seharusnya diganti dengan kata proyek percobaan.
Ø   Bentuk Baku
Penataan lalu lintas kota, Pekanbaru kota proyek percobaan.


·                Bentuk Tidak Baku
Kata talkshow dan workshop tersebut belum tentu dapat dipahami oleh orang-orang yang berpendidikan rendah, kerena kalimat tersebut menggunakan istilah asing. Kata tersebut sebaiknya diganti dengan istilah dalam bahasa Indonesia, maka orang yang berpendidikan rendah pun bisa mengerti maksud dari kalimat tersebut.
Jadi kata talkshow diganti dengan acara perbincangan, kata workshop diganti dengan sanggar kerja.
Ø   Bentuk Baku
Memiliki beragam rangkaian acara mulai dari pembacaan cerita rakya dari seluruh nusantara, acara perbincangan, sanggar kerja mendongeng dengan berbagai media.


D.           Kalimat yang Ambiguitas
·                Bentuk Tidak Baku
Kalimat di atas menurut saya merupakan kalimat yang ambigu. Hal tersebut terjadi apabila pengguna bahasa tidak tepat dalam penggunaan intonasi saat pelafalan kalimat. Dengan demikian, kalimat tersebut menjadi ambigu, agar kalimat tersebut tidak ambiguitas harus diubah.
Kalimat di atas bisa diartikan:
a.       Media center, Riau terbaik nasional.
b.      Media center Riau, terbaik nasional.
Ø   Bentuk Baku
Media center Provinsi Riau adalah yang Terbaik Tingkat Nasional.


E.            Penghilangan Konjungsi
·             Bentuk Tidak Baku
Pada kaliamat di atas terdapat kesalahan, yaitu penghilangan konjungsi. Dalam kalimat tersebut sebaiknya menggunakan konjungsi meski, meskipun, atau walaupun. Karena dalam bahasa Indonesia, anak kalimat harus menggunakan konjungsi.
ü   Bentuk Baku
Anak-anak harus konsentrasi penuh di lini pertahanan, walaupun penyerang Persipura telah menunjukkan kelasnya saat menghentikan Kuwait SC.


F.            Penggunaan Konjungsi yang Berlebihan
·                Bentuk Tidak Baku
Kekurangcermatan pemakai bahasa dapat mengakibatkan penggunaan konjungsi yang berlebihan. Pada kalimat di atas, ada dua konjungsi yang digunakan sekaligus, yaitu karena, meski dan namun.
Kata karena sebaiknya dihilangkan saja, bentukan kata tersebut merupakan kata hubung yang menyatakan sebab. Jadi, kata hubung yang digunakan dalam kalimat tersebut adalah meski atau namun.
ü   Bentuk Baku
a.      Gumilar mengatakan, meski mereka terdata sebagai napi, mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
b.      Gumilar mengatakan, mereka terdata sebagai napi, namun mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak.


G.           Penggunaan Kata Tanya yang Tidak Perlu
·                Bentuk Tidak Baku
Penggunaan bentuk kata di mana tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh bahasa asing. Dalam bahasa Indonesia, penggunaan bentuk kata di mana atau yang lainnya digunakan dalam kalimat tanya (bukan kalimat berita).
Menurut saya, kata di mana seharusnya diganti dengan konjungsi karena.
ü   Bentuk Baku
“kondisi cuaca saat ini masih normal,  karena sebagian besar wilayah Riau masih memasuki masa pancaroba atau peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.












DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Surakarta: Yuma Pustaka.